Detail Berita

Pinjam Buku Masakan hingga Donald Bebek, Murid TK pun tak Ketinggalan

Sabtu, 01 Mei 2010

Melihat Kunjungan Perpustakaan Keliling ke Desa Sebuntal, Marangkayu, Kukar (2)

KUNJUNGAN layanan Perpustakaan Keliling milik Badan Perpustakaan Propinsi Kalimantan Timur mengunjungi Desa Sebuntal, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Senin (19/4) lalu, benar-benar menjadi hiburan tersendiri bagi warga dan siswa.

ITU terbukti dari antusiasnya warga serta siswa SMPN 1 dan SMAN 1 Desa Sebuntal yang mengunjungi layanan mobil perpustakaan ini. Bahkan, murid-murid TK pun tidak ketinggalan. Mereka ikut meminjam buku anak-anak. Mulai dari belajar membaca hingga komik.

M Rizki, pelajar SMAN 1 Desa Sebuntal mengatakan kesempatan ini tentu saja tidak akan disia-siakannya. Tak heran, dalam kesempatan tersebut ia pun meminjam buku berjenis hiburan. "Saya pinjam novel dan donald bebek," kata Rizki malu-malu.

Menurutnya, buku-buku tersebut hanya bersifat hiburan untuk menghilangkan kejenuhan di rumah. "Kalau lagi tidak ada tugas sekolah, waktu santai di rumah saya gunakan untuk baca komik atau novel," katanya.

Sementara itu, lain Rizki lain pula Andi Linda Astuti yang meminjam buku tentang masakan steak dan bahasa Jepang. Menurut Linda, ia memang gemar memasak terutama mencoba masakan baru.

"Kalau ada waktu senggang saya suka memasak. Saya mau coba masak steak, makanya pinjam buku ini (steak, Red)," ungkap pelajar SMAN 1 ini.

Selain itu, Linda juga ternyata antusias mempelajari bahasa Jepang. Tidak heran, ia mencari buku yang memberikannya pengetahuan berbahasa Jepang dengan ringkas. "Jepang itu unik. Saya ingin sekali bisa berbahasa Jepang," tambahnya.

Sementara itu, Menurut Kepala Bidang Informasi dan Otomasi Badan Perpustakaan Kaltim, Taufik S Sos Msi yang ikut memantau layanan perpustakaan keliling ini mengatakan bahwa kunjungan ke Kecamatan Marangkayu ini sudah ketiga kalinya.

"Kita melihat bahwa warga dan siswa di sini begitu antusias untuk meminjam buku. Karena itu, layanan ini kita pertahankan dan akan terus kita tingkatkan," jelas Taufik.

Sementara itu, Taufik menjelaskan bahwa program layanan perpustakaan keliling mulai efektif keluar dari Kota Samarinda sejak 2007. Sementara kunjungan ke Marangkayu ini, dimulai pada awal Februari lalu.

"Pelayanan keliling ini untuk mendekatkan dan melayani masyarakat yang tidak bisa ke perpustakaan permanen. Baik dari segi sosial seperti kunjungan kami ke Rutan maupun dari segi jarak, seperti ke Kecamatan Marangkayu ini," jelasnya.(ici)