Detail Berita

Penyelenggaraan Rakor Pelayanan Publik dan Sosialisasi KIPP 2019

Selasa, 26 Maret 2019

Bali - Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negera dan Reformasi Birokrasi (KEMENPAN RB) RI menggelar acara Rapat Koordinasi Pelayanan Publik dan Sosialisasi Kompetensi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Wilayah II pada hari Senin, tanggal 25 Maret 2019 di Ballroom Hotel Trans Resort Bali. 

Ir.Sri Hartini, MM. Kepala Bidang Penyiapan Perumusan Kebijakan Pelayanan Publik KEMENPAN RB dalam laporan pembukaan Rakor menyampaikan bahwa tujuan utama penyelenggaraan rakor adalah memotivasi penyelenggara pelayanan publik untuk meningkatkan inovasi dan profesionalisme dalam pemberian pelayanan public. Tema yang diusung dalam kegiatan rakor  adalah “Inovasi Pelayanan Publik untuk Percepatan Reformasi Birokrasi dan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan”.

Rakor Pelayanan Publik dan Sosialisasi KIPP Tahun 2019 Kompetensi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Wilayah II diikuti sebanyak 210 orang peserta yang mewakili unsur-unsur Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi dan  Setda Kab/kota serta Unit Pelayanan Publik (UPP) OPD provinsi/kab/kota yang ada di wilayah pulau Kalimantan, Nusa Tenggara dan Bali.

Acara Rakor Pelayanan Publik dan Sosialisasi KIPP Tahun 2019 dibuka secara resmi oleh  Sekretaris Deputi Pelayanan Publik KEMENPAN RB bapak Devi Ananta, SE.  Dalam sambutan pembukaannya, Devi Ananta menegaskan bahwa reformasi birokrasi pemerintah melalui  pengembangan pelayanan publik menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam RPJMN 2019 -2024.  Disamping itu penghargaan yang diperoleh oleh pemerintah daerah melalui ajang KIPP juga telah menjadi salah satu indikator untuk mendapatkan Dana Insntif daerah (DID) sejak tahun 2017.  Untuk itu beliau mengharapkan agar pemerintah daerah lebih optimal mendorong Unit Pelayanan Publik untuk menciptakan inovasi pelayanan publik dalam kerangka mewujudkan kualitas pelayanan publik di Indonesia.

 Rangkaian acara Rakor Pelayanan Publik dan Sosialisasi KIPP Wilayah II Tahun 2019 diisi dengan acara pemaparan tiga bentuk inovasi pelayanan publik yang telah masuk kategori TOP 40 hasil KIPP tahun 2016 – 2018, yaitu:

1)  Inovasi “Mencerdaskan si Miskin Menjadi Generasi Emas” yang disampaikan oleh Kepala SMAN Bali Mandara, Provinsi Bali. Hal unik dan menarik dari inovasi ini adalah dalam hal persyaratan untuk menjadi anak didik di sekolah ini adalah harus orang miskin. Inovasi ini telah mengangkat harkat dan martabat orang miskin dimana alumninya banyak bekerja di luar negeri dan berprestasi dalam kancah nasional dan internasional. 

2)  Inovasi “SAKINA (Stop Angka Kematian Ibu dan Anak)” yang disampaikan oleh Kepala Puskesmas Sempu, Kab. Banyuwangi.  Inovasi ini lahir dari pemasalahan tingginya angka kematian ibu dan anak di desa Sempu. Hal yang unik dari inovasi ini adalah pemberdayaan penjual sayur keliling yang menggunakan motor untuk memantau perkembangan kesehatan ibu hamil dan kondisi janinnya.  Para penjual sayur  keliling tersebut tentu saja diberi pelatihan dasar untuk memantau ibu hamil dan melaporkan secara berkala kondisi kesehatan ibu hamil ke Puskesmas. 

3) Inovasi “Playanan Antiskriminasi” disampaikan oleh Direktur RSUD kota Pontianak, Sultan Syarif Mohammad Alkadrie. Hal unik dan menarik dari inovasi pelayaan rumah sakit ini adalah pelayanan kesehatan yang tidak membedakan kelas perawatan pasien, artinya tidak ada perbedaan kelas perawatan antara si kaya dan si miskin, baik dari sisi pelayanan dokter, obat-obatan maupun fasilitas kamar perawatan. 

Pemaparan ketiga inovator tersebut sangat inspiratif dan mendapat apresiasi yang luar biasa dari para peserta Rakor.  acara  Rakor Pelayanan Publik dan Sosialisasi KIPP Wilayah II Tahun 2019  juga diisi dengan pemaparan mekanisme dan teknik penyusunan proposal dan dokumentasi inovasi pelayanan publik serta tata cara registrasi inovasi pelayanan publik melalui SINOVIK.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan juga pemerintah kab/kota di wilayah Kaltim juga berpartisi pada forum Rakor Pelayanan Publik dan Sosialisasi KIPP Wilayah II Tahun 2019 ini. Dari unsur Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur hadir Asisten Administrasi Umum Setda Prov. Kaltim, Bere Ali, Staf Ahli Gubernur Kaltim Bidang Kesra, Edi Kuswadi dan Kepala Biro Organisasi Setda prov. Kaltim, Rozani Erawadi.  Dari Unit Pelayanan Publik dilingkungan OPD Kaltim, hadir Kepala Bidang Layanan, Otomasi dan Kerjasama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Prov. Kaltim, para pengelola sinovik Dinas Perkebunan Prov. Kaltim, Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Prov. Kaltim dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Prov. Kaltim.

Keempat UPP OPD Kaltim tersebut direncanakan akan berpartisipasi pada ajang Kompetensi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) tahun 2019 dibawa konsolidasi dan koordinasi Biro Organisasi Setda Prov. Kaltim (fik/dpkd)