Detail Berita

Mens sana in corpore sano

Senin, 12 Maret 2018

"Ketika olahraga dipandang sebelah mata karna kesibukan kerja."

Mens sana in corpore sano merupakan kalimat yang sering terucap di kalangan olahragawan. Di Indonesia, Mens sana in corpora sano diterjemahkan menjadi, “Dibalik tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat” dan di negeri lain ada yang diterjemahkan menjadi, A sound mind in a sound body”. Kalimat ini pertama kali digunakan dalam dunia olahraga pada tahun 1861 oleh John Hulley, sebagai motto untuk klub atletiknya yaitu Liverpool. Motto yang diucapkan John Hulley ini sesuai dengan tujuan Inggris pada abad ke 19 yaitu menjadikan Inggris sebagai “tempat” nya olahraga. Sekolah di Inggris mengkhususkan siswanya tidak hanya mencerdaskan pemikiran saja, tetapi harus menguatkan tubuh dengan memperbanyak olahraga. Jika ditelaah lebih jauh, kalimat Mens sana in corpora sano ini sebenarnya terucap pertama kali oleh seorang penyair bernama Juvenal,  “Orandum est ut sit mens sana in corpore sano”, terjemahannya adalah, “Seorang manusia harus memiliki tubuh yang sehat jika ingin berdoa untuk kesehatan pikirannya.” Juvenal menuliskan ini tanpa ada konteks ‘olahraga’ sedikitpun.

Dengan badan yang sehat, jiwa yang kuat manusia dapat mengerjakan tugasnya selalu dengan semangat. Karena jika ditelaah lebih jauh di dalam tubuh manusia terdapat yang namanya metabolisme, yaitu suatu reaksi kimia yang ada di dalam tubuh manusia. Sistem metabolisme manusia ini perlu selalu diperbarui, agar tubuh manusia tetap hidup dan berfungsi.

Tetapi masih banyak yang tidak peduli dengan kesehatan tubuhnya, alasannya karena banyak hal, karena tidak ada waktu dan lain-lain. Dengan melakukan latihan berat beberapa kali di tiap munggu, contohnya, kamu akan mengembalikan 50% metabolisme kamu yang telah melambat karena usia, seperti yang dikatakan oleh Gary Hunter, PhD, seorang professor ilmu Human Studies di Universitas Albama, Birmingham. Padahal banyak sekali aktivitas-aktivitas yang bisa diselipkan disela-sela kesibukan, seperti berjalan kaki atau bersepeda ke kantor, memilih tangga ketimbang lift, mengangkat barang-barang berat, perbanyak minum air putih dan lain-lain.

Seperti yang dilakukan oleh pegawai-pegawai di Perpustakaan Daerah. Setiap hari Jum’at jam 8 hingga 9 pagi, mereka melakukan berbagai macam olahraga seperti jogging, senam dan bermain volley bersama. Selain menyehatkan tubuh, berolahraga bersama seperti bermain volley contohnya, bisa mempererat hubungan antar pegawai.