Detail Berita

Minat Baca Masyarakat Kaltim Masih Rendah

Kamis, 30 Maret 2017

SAMARINDA – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim melalui Bidang Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca telah melakukan survei minat baca masyarakat.

Target survei atau pengkajian tersebut yakni pelajar dan mahasiswa juga masyarakat umum meliputi berbagai wilayah di sepuluh kabupaten dan kota se-Kaltim.

“Upaya yang kami rintis hingga saat ini dalam bidang minat baca di Kaltim yakni baru saja melaksanakan pengkajian minat baca. Walaupun sederhana tapi sudah dapat diketahui minat baca masyarakat masih rendah,” kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim HM Aswin didampingi Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca Sumindar.

Menurut dia, hasil survei itu menunjukkan minat baca masyarakat termasuk pelajar dan mahasiswa sesuai pengakuan mereka masih rendah.

Namun ujarnya, kondisi minat baca masyarakat Kaltim ini juga terjadi secara merata di seluruh Indonesia yang memiliki kegemaran membaca yang rendah.

Kalau diambil sampling atau ukuran skala penilaian secara umum masyarakat Indonesia dalam kemampuan membaca per seribu orang maka hanya satu orang memiliki minat baca.

Apabila dibandingkan dengan minat atau budaya baca masyarakat Amerika untuk jenjang SMA minimal wajib menuntaskan 36 judul buku per tahun.

Selain itu, kemampuan baca pelajar dan mahasiswa Kaltim rata-rata dua jam per hari sementara negara lain minimal enam jam per hari.  

Karenanya, guna menyikapi kondisi masyarakat ini maka diperlukan kajian kebijakan untuk mendorong peningkatan minat dan kegemaran baca masyarakat.

“Pemerintah harus bekerja keras untuk mendorong minat dan budaya baca masyarakat kita. Tidak salah kalau Gubernur Awang Faroek meluncurkan program perpustakaan digital atau iKaltim. Agar masyarakat mampu memanfaatkan kemajuan teknologi informasi melalui smartphone (gadget) untuk membaca sehingga terbuka wawasan dan pengetahuan masyarakat,” ungkapnya. (yans/sul/es/humasprov)