Detail Berita

Miliarder Kelas Dunia Ini Sukses Berbisnis dari Sebuah Buku!

Selasa, 31 Januari 2017

Dunia Perpustakaan | Hampir setiap orang jika ditanya ingin kaya, pasti akan menjawab dengan cepat, Pasti! Namun aneh dan lucunya, tidak semua orang MAU dan MAMPU mengikuti apa yang orang-orang sukses dan kaya raya lakukan.

 

Padahal salah satu yang menjadi kebiasaan orang-orang sukses pasti selalu dekat dengan aktivitas membaca buku.

Salah satu orang sukses dan kaya raya karena rajin membaca buku yaitu pendiri dan CEO Boston Beer Jim Koch.

Selama tiga dekade terakhir, pendiri dan CEO Boston Beer Jim Koch berhasil membawa bisnis keluarganya, yang dimulai pada 1870-an kian membesar.

Dikutip dari liputan6.com, Pada tahun lalu saja, nilai pasar bisnis bir ini mencapai US$ 2 miliar dengan pendapatan tahunan US$ 960 juta. Koch pun masuk daftar miliarder terkaya di dunia versi Majalah Forbes.

Yang menarik, salah satu hal paling penting yang mendorong Koch berhasil mengangkat bisnis keluarganya bukan dari Harvard, di mana ia menghabiskan delapan tahun belajar dan mengumpulkan tiga gelar, BA, JD dan MBA. Tapi dari sebuah buku.

Melansir laman CNBC, Selasa (4/10/2016), ini dimulai tak lama setelah dia memulai usahanya Boston Beer dan memperkenalkan produk minuman bermerek Samuel Adam.

Ia menyadari bahwa agar bisnisnya sukses, pertama-tama harus belajar bagaimana cara menjual. Perihal penjualan ini, alumni Harvard Business School mengaku tidak pernah mempelajari dari kampusnya menuntut ilmu.

Menurut dia, meski universitas menawarkan berbagai puluhan kursus tentang pemasaran, namun itu tidak terbukti berhasil.

Pada akhirnya, Koch memutuskan mendatangi sebuah toko buku dan membeli satu buku berjudul “How to Master the Art of Selling” buah karya Tom Hopkins.

“Buku itu bergambar seorang lelaki dalam setelan poliester murahan pada sampulnya,” kenang dia.

Dia mengaku merasa mendapatkan beberapa hal baik dari buku tersebut. “Dari situ saya belajar. Bagaimana membantu pelanggan mencapai tujuan mereka sehingga harus belajar untuk mendengarkan dan berempati,” tutur dia.

Dia mengaku, mencari tahu cara menjual Samuel Adams ternyata menjadi hal yang paling menantang secara intelektual dalam perjalanan bisnisnya.

“Kau punya 30 detik ketika berjalan ke bar. Anda harus mencari tahu siapa pelanggan, berapa tingkat ekonomi mereka serta bagaimana mereka menghasilkan uang, siapa pembuat keputusan. Apa proses pemikiran mereka, apa gaya komunikasi mereka sehingga secara intelektual Anda ditantang,” dia menandaskan.

Usai membaca kisah diatas akan tetapi anda masih malas membaca buku, seharusnya kita malu jika kita ingin sukses dan kaya tapi tidak mau mengikuti cara-cara orang sukses yang rajin membaca buku!