Detail Berita

Pemasaran jasa Informasi Di Perpustakaan

Rabu, 15 September 2010

ABSTRAK
Pemasaran, umumnya berkaitan erat dengan produk nyata seperti barang dan bersifat profit oriented. Pemasaran tidak terbatas pada dunia bisnis saja, namun juga penting bagi lembaga, instansi, atau organisasi yang bersifat non-profit oriented termasuk perpusta-kaan. Pemasaran di perpustakaan tidak memasarkan produk barang, tapi produkjasa informasi guna kepen-tingan pemakai. Agar perpustakaan dapat optimal dalam layanannya bagi pemakai, perlu kiat-kiat tertentu yang berkaItan dengan pemasaran jasa informasi. Dengan demikian bentuk layanan jasa dan tugas layanana yang diberikan dapat terorganisasi dengan baik.

LATAR BELAKANG

Pemasaran, seperti yang kita ketahui merupakan rangkaian kegiatan manajemen. Umumnya berkaitan erat dengan memasarkan suatu produk yang nyata dalam hal mi seperti barang dan bersifat profit oriented. Pemasaran tidak terbatas pada dunia bisnis saja, namun juga penting bagi lembaga, instansi, atau organisasi yang bersifat non-profit oriented termasuk perpustakaan. Mereka mempunyai produk yang perlu dipasarkan untuk kepentingan konsumen.

Pemasaran di perpustakaan tidak memasarkan produk barang, tapi produk jasa, dalam hal mi adalah jasa informasi. Perpustakaan memiliki kekayaan yang bisa dipasarkan guna kepentingan user/pemakai perpustakaan. Koleksi buku-buku baru,jurnal majalah, dokumen, kliping, jasa layanan peminjaman, jasa layanan penelusuran. Kesemuanya itu merupakan komoditi yang patut dipertimbangkan bagaimana cara memasarkannya.

Maka bukan hal yang berlebihan bila pemasaran jasa informasi di perpustakaan perlu dibicarakan. Informasi punya relevansi yang sangat tinggi dalam proses pengambilan keputusan. Setiap individu membutuhkan nformasi yang sesuai dengan kebutuhannya. Nah, bagaimana perpustakaan mengoptimalkan Iayanannya bagi para pemburu informasi? Sebab tidak semua orang menyadari bahwa informasi dapat diperoleh di perpustakaan.

HAKEKAT PEMASARAN

Membicarakan pemasaran informasi, terlebih dulu harus kita ketahui batasan pemasaran. Ada beberapa pendapat mengenai hakekat pemasaran. Philip Kotler, 1984 dalam Principles of Marketing hal.44 mengungkapkan bahwa pemasaran adalah suatu orientasi pengelolaan yang menganut pandangan bahwa tugas/kunci organisasi adalah menetapkan kebutuhan dan keinginan pasar yang menjadi sasaran dengan tujuan memberikan kepuasan yang diinginkan.

Pemasaran merupakan suatu sistem kegiatan yang merancang bagaimana untuk merencanakan, memberi harga, mempromosikan dan mendistribusikan jasaJbarang, mampu memberikan kepuasan atas keinginan pasar (Stanton, 1985 : 21). Pemasaran mempunyai arti suatu kegiatan manusia yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan manusia melalui proses pertukaran. Pendapat lain menyatakan bahwa pemasaran merupakan proses managemen yang bertanggungjawab pada pengenalan, pemenuhan dan pemuasan kebutuhan konsumen secara menguntungkan (Ritchie, Sheila, 1982. Modern Library Practise p.11).

ASPEK PEMASARAN JASA INFORMASI

Untuk mengetahui rumusan pemasaran kita tinjau lima aspek yang menunjang arti pemasaran yaitu kebutuhan, keinginan, permintaan, produksi dan hasH. Kelima aspek pemasaran informasi perpustakaan menjadi:

1. Kebutuhan informasi yang berarti keinginan untuk mendapatkan, mengetahui hal-hal di luar pengetahuan yang dimiliki (person knowledge); misalnya berusaha mendapatkan dengan melalui cara membaca koran, atau majalah, melihat televisi, mendengarkan radio dan sebagainya.

2. Keinginan mendapatkan informasi berarti kebutuhan manusia yang dibentuk oleh budaya kepribadian seseorang untuk mendapatkan pengetahuan.

3. Permintaan informasi berarti keinginan manusia untuk mengetahui dan mendapatkan informasi, ilmu pengetahuan, data, jawaban atas persoalan yang timbul dan aktivitas interaksi manusia, kegiatan belajar, dan sebagainya.

4. Produksi informasi yang berarti kebutuhan, keinginan dan permintaan informasi yang terpenuhi mendorong manusia untuk menularkan/mentransfer kepada orang lain.

5. Dengan tercapainya bauran informasi yang didapat dan keempat unsur tersebut, man usia dapat mengevaluasi diri sampai di mana daya serap dan imajinasinya dalam menerima pengetahuan dan hasilnya akan merupakan kekayaan pribadi yang dapat menaikkan kualitas diri.

Dengan mengetahui batasan 5 aspek pemasaran tersebut, diharapkan keberhasilan misi pustakawan sebagal penjaga informasi tercapai dalam melayani masyarakat pemakai dan pencari jasa informasi.

KONTRIBUSI PEMASARAN BAGI PERPUSTAKAAN

Sebagai suatu perpustakaan yang di dalamnya termasuk kegiatan pelayananjasa informasi, pemasaran mempunyai kontribusi yang cukup bagus terhadap perpustakaan yang bersangkutan. Adapun kontribusi pemasaran tersebut antara lain:

- Dapat memberikan masukan dalam pengambilan keputusan, jenis serta bentuk pelayanan yang akan diterapkan atau yang akan dijalankan di lembaga atau organisasi tersebut.

- Menjadi masukan dalam kegiatan pengadaan dan penyajian menu dokumentasi serta informasi yang market oriented. Dalam hal mi adalah pengguna perpustakaan.

- Terciptanya saluran komunikasi yang balk sehingga dapat menentukan model yang paling tepat untuk sebuah pemasaran perpustakaan ataupun jasa informasi.

KOMPONEN PEMASARAN

Atau konsep marketing mix ada 4 macam yaitu:

1. Produk (Product)

Merupakan barang fisik ataupun kombinasi keduanya, yang ditawarkan kepada pasar sasaran. Produk merupakan elemen marketing mix yang pertama yang perlu kita ketahui, untuk dapat menyusun proses pemasaran selanjutnya yang sesuai dengan produk tersebut.

Berbicara mengenai pemasaran jasa informasi di sebuah perpustakaan, sudah barang tentu produknya adalah koleksi sertajasa layanan yang dimiliki perpustakaan yang bersangkutan.

Prinsip pemilihan produk atau jasa, dalam hal ini bila diaplikasikan di perpustakaan adalah:

a. Kualitas barang/jasa harus baik. Keberadaan koleksi yang lengkap, dan aktual mempunyai nilai relevansi tinggi.

b. Cara menggunakan dan memanfaatkan koleksi tidak rumit. Pemanfaatan alat-alat bibliografis, seperti katalog.

c. Barang atau jasa harus mudah dikenal (mudah dilihat) serta mudah dicerna oleh pengetahuan. Kaitannya dengan dunia perpustakaan dan pemasaran jasa informasi adalah prosedur peminjaman, pelayanan serta penelusuran yang cepat, tepat dan akurat.

d. Resiko/kerugian ditekan sekecil mungkin.

e. Berkaitan dengan sesuatu yang telah diakrabi oleh konsumen.

Menciptakan suatu iklim suasana lingkungan perpustakaan (ruangan) yang mendukung kebetahan, kesenangan serta kenyamanan pengunjung.

2. Harga (Price)

Harga merupakan sejumlah uang yang harus dikeluarkan pelanggan untuk memperoleh produk hasil perusahaan.

Namun dalam perpustakaan yang dimaksud harga di sini bukan uang, melainkan keaktualan koleksi/informasi, relevansi informasi yang dibutuhkan pengguna dengan yang ditawarkan ataupun utility/nilai guna informasi tersebut.

3. Tempat (Place)

Merupakan perencanaan dan pelaksanaan program penyaluranjasa/produk melalui lokasi layanan yang tepat, pada waktu yang tepat dengan jumlah yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen.

Pada kegiatan pemasaran jasa informasi perlu diperhatikan lokasi yang strategis, mudah dijangkau oleh semua pihak dalam segala kesempatan; lokasi pemasaran yang berada dipusat lalu lintas dan berbagai penjuru.

4. Promosi (Promotion)

Promosi merupakan suatu bentuk komunikasi penyampaian pesan-pesan atau informasi yang meliputi aspek-aspek sebagai berikut:

- To inform: memberitahu sesuatu yang tidak tahu sebelumnya dalam hal mi menginformasikan mengenai perpustakaan, apa yang dimilikinya, apa yang dapat diberikan perpustakaan kepada pengguna. Memberitahukan kepada pengguna informasi yang tepat untuk disuguhkan kepada masyarakat. Hal mi berkaitan erat dengan felt need dan masyarakat pengguna jasa informasi.

- To influence: mempengaruhi pengguna agar mereka tidak enggan berkunjung ke perpustakan, tidak enggan menggunakan jasa layanan informasi, merubah image pengguna tentang jasa informasi/perpustakaan. Dalam kegiatan mempengaruhi mi, perlu usaha dan dalam perpustakaan/jasa informasi untuk membuat mereka merasa membutuhkan perpustakaan/jasa informasi, perlujuga menonjolkan citra positifdari lembaga kita ke luar.

- To persuade: membujuk atau merayu penggunal masyarakat untuk melakukan kegiatan di perpustakaan Baik itu kegiatan membaca ataupun kegiatan seminar dan lain sebagainya yang bertempat di perpustakaan.

STRATEGI PEMASARAN JASA INFORMASI

Regis M Kenna (1985) memaparkan tiga strategi dalam pemasaran, yakni:

I. Meraih posisi produk, yaitu menetapkan pnoduk informasi yang diinginkan pasar. Apa ragam informasi yang akan disuguhkan, apa saja jenisnya, hendak dikemas dalam bentuk apa dan bagaimana bentuk pelayanannya.

Meraih posisi produk mi dapat ditempuh melalui:

- Memahami lingkungan (kecenderungan dmamika pasar).

- Memusatkan perhatian; selain mengenai teknik operasional, public relation dan kepercayaan.

- Mencari sasaran yang tepat; mengkonsentrasikan produk-produk tertentu, untuk beberapa kelompok pemakai tertentu saja, atau mengetahui segmen sasarannya.

- Berekspenimen, dinamis, kreatifitas, dalam menciptakan produk baru - kemasan baru perpustakaan. Misalnya mengenai layout, waktu danjenis Iayanan serta kemasan informasinya.

2. Meraih posisi pasar, yaitu menciptakan kepercayaan/pengetahuan dan pasar (kredibilitas), produk yang dikeluarkan dapat memenuhi kebutuhan pasar, sehingga akan mendapat pujian dan pasar.

Upaya yang dapat dilakukan adalah:

- Memanfaatkan dan mulut ke mulut, menyampaikan pesan pesan yang positif tentang image perpustakaan.

- Membina infrastruktur pasar, melakukan kerjasama, partnership dan menjadi pelaku komunikasi.

- Mengembangkan hubungan-hubungan antar perpustakaan, membuka sistem jaringan.

- Melayani pemakai yang tepat, ketepatan dalam menjaring pengguna, siapa saja yang seyogyanya dimotivasi. Perlu menjadikan potensial user ke actual user.

- Menjalin hubungan dengan media massa. Melaui pemberitaan di media massa, umumya mampu menyentuh masyarakat dan akhirnya menimbulkan kepercayaan pada masyarakat.

3. Meraih posisi organisasi, upaya yang dapat dilakukan adalah:

- Menanamkan image yang positif mengenai perpustakaan.

- Menerapkan konsep managerial.

- Kualifikasi pustakawan, ditinjau dan intelektualnya, kepribadiannya serta kiat seninya.

 

KIAT MEMASARKAN JASA INFORMASI

Pada poin terakhir, berbicara mengenai kiat-kiat pemasanan yang berkaitan dengan pemasaran jasa informasi di perpustakaan.

Kiat-kiat tersebut dijabarkan sebagai berikut:

1. Survei pemakai jasa, bisa dengan jalan menggunakan angket/quesioner yang disebarkan. Penyebaran angket mi sebagai upaya mengetahui need (kebutuhan serta wants (keinginan) dan konsumen/pemakai penpustakaan.

2. Promosi perpustakaan agar orang senantiasa berkunjung di perpustakaan. Kegiatan mi terbagi dalam dua faktor:

- Faktor internal, antara lain dan unsur pustakawan itu sendiri, yaitu keramahan, cekatan dan cerdas, mampu membujuk/persuasi atau mendorong pemakai, mampu mendidik pemakai dengan melalui fase-fase (a) tahu, pemakai mengetahui perpustakaan secara detail; (b) tertarik; (c) menimbang-nimbang untung nugi informasi tersebut bagi pemakai; (d) mencoba membantu pemakai agar tidak mendapat hambatan; (e) mengadopsi, kemampuan pustakawan untuk membina pelanggan penpustakaan.

- Faktor eksternal, antara lain pembuatan buku pedoman penggunaan perpustakaan bagi pemakai baru, pemasangan spanduk/penyebanan brosun, dli.

3. Mengelola sistem informasi manajemen (SIM) terpadu antar unit perpustakaan. Kegiatan mi untuk mengan-tisipasi laju informasi. Mengadakan sistem janingan/kerjasama antar unit perpustakaan. Bentuk kegiatan mi bisa berupa inter library loan, exchange programme, ataupun union catalog. kegiatan ml sebagai upaya pemenuhan kebutuhan informasi pemakai.

4. Kemajuan dan keberhasilan informasi sebagai alat manajemen banyak ditentukan oleh sukses besar computer enterpreneuner. Memang diakui komputenisasi telah mampu memacu sistem peredaran informasi sehingga pengelolaan data, penyajian dan pemanfaatan secana maksimal dapat terselenggara tanpa kendala.

5. Mengoptimalkan peran pustakawan agar membantu konsurnen dengan jalan mengorganisasikan dan membenikan wadah bagi pana pemakai penpustakaan tingkat pemula dengan pendidikan pemakai. Mengubah actual user menjadi potential user.

6. Dipenlukan kerjasama dengan organisasi atau lembaga tenkait untuk mempergunakan fasilitas yang ada di penpustakaan. Misalnya menyediakan ruang untuk kegiatan seminar, rapat, dsb.

7. Pengeseran nilai, penilaku konsumen informasi (consumer behavior) turut membantu pustakawan sebagai bank data untuk senantiasa mengubah citra din dan pelayanan nesponsifpasifmenjadi inisiatif aktif sebagai tenaga profesional yang dibutuhkan masyarakat dengan bermodalkan kemampuan untuk mengembangkan din dalam mengolah data, menyiapkan, mengemas, mentransfen dan memasarkan informasi.

PENUTUP

Dan uraian pemasanan perpustakaan di atas dihanapkan dapat membantu terselenggaranya pemasaran infonmasi. Hal yang patut kita sadani, sesedenhana apapun bentuk layanan dan tugas Iayanan yang kita berikan kepada pemakai akan lebih tenanah dan berguna apabila dikerjakan secara tenorganisasi dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA

Cronin, Blaise. The marketing ofLibrary and Information Services. London,ASLIB. 1981.

Edsall, Marian S. Library Promotion Handbook. London, Oryx Press, 1980.

Hartono, Bambang. Pemasaran Jasa Perpustakaan: makalah seminar. Jakarta, 1992.

Kinnell, Margaret. Planned Public Relations for Libraries. London: Taylor Graham, 1989.

Kotler, Philip. Principles of Marketing. second. Ed. New Delhi:Pnentice-Hall, 1984.

. Marketing for non-profit organization. Second ed. New Dethi: Prentice-Hall, 1985.

. Marketing management. Sixth ed., 1984.

Muchyidin, Ase S. Promosi Perpustakaan. Bandung: P3TUNPAD, 1980.

Mc Garry, K.J. Communication Knowledge and the librarian. London: Clive Bingley, 1975.

Nurhayati, Tuti. Pemasaran Perpustakaan Perguruan Tinggi. Warta IKlPYogyakarta, Vol. XXXII/1998. Hal. 11, 12, 14.

Richardson, Jerry and Margulis, Joel. The magic ofrapport how you can Gain Personal Power in Any situation. San Francisco: Harbor Publishing,198 .

Septiadi, Den. Analisis bauran pemasaran jasa restorasi Sindang Reret dalam upaya miningkatkan kepuasan para tamu pengunjung: lesis. Bandung: Prog. Pasca Sarjana UNPAD, 1999.

Penulis adalah, Pustakawan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.