Detail Berita

Diserbu Siswa dan Warga, Ribuan Buku Dipinjam

Sabtu, 01 Mei 2010

Melihat Kunjungan Perpustakaan Keliling ke Desa Sebuntal, Marangkayu, Kukar (1)

SENIN (19/4) kemarin layanan Perpustakaan Keliling milik Badan Perpustakaan Propinsi Kalimantan Timur mengunjungi Desa Sebuntal, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara. Meskipun bukan kunjungan yang pertama, kedatangan perpustakaan keliling ini disambut antusias warga Desa Sebuntal serta siswa SMP Negeri 1 Sebuntal dan SMA Negeri 1.

SEKITAR pukul 10.00 Wita, kemarin mini bus perpustakaan keliling parkir di halaman yang berada tak jauh dari Kantor Desa Sebuntal. Seketika itu pula, warga langsung berhamburan menuju mini bus yang berisikan lima ribu koleksi buku tersebut.

Tak lama kemudian sekitar 50 pelajar SMA Negeri 1 datang secara bersamaan untuk ikut meminjam buku. Mereka terlihat antusias mengamati satu demi satu buku yang tersimpan rapi di rak bertingkat tiga tersebut. Namun, karena keterbatasan tempat mereka pun harus rela antre untuk melihat dan meminjam buku.

Terlihat, kehadiran layanan perpustakaan keliling ini begitu dinanti. Bahkan, tak lama pelajar SMAN 1 datang, puluhan siswa SMPN 1 pun ikut menyerbu.

"Ini (kedatangan perpustakaan keliling, Red) yang paling saya tunggu-tunggu. Soalnya datangnya cuma satu bulan sekali, sayang kalau tidak pinjam (buku, Red)," ungkap Rifka Ria, pelajar SMAN 1 Desa Sebuntal.

Menurut Rifka, kedatangan layanan perpustakaan keliling ini sudah ketiga kalinya. Karena itu, ia sudah tiga kali pinjam buku. Buku yang dipinjam pun beragam mulai buku pelajaran hingga novel. "Daripada beli kan mahal, lebih baik pinjam saja," katanya.

Sementara itu, Menurut Kepala Bidang Informasi dan Otomasi Badan Perpustakaan Kaltim, Taufik S Sos Msi yang ikut memantau layanan perpustakaan keliling ini mengatakan bahwa kunjungan ke Kecamatan Marangkayu ini sudah ketiga kalinya.

"Kita melihat bahwa warga dan siswa di sini begitu antusias untuk meminjam buku. Karena itu, layanan ini kita pertahankan dan akan terus kita tingkatkan," jelas Taufik.

Dari lima ribu koleksi buku yang tersedia dalam mini bus tersebut, menurut Taufik, koleksi buku disesuaikan dengan daerah kunjungan. Contohnya, warga Kecamatan Marangkayu yang lebih banyak bertani. Sehingga, buku tentang pertanian dan tanam-tanaman lebih diperbanyak.

Dari kunjungan ke Desa Sebuntal kemarin, menurut Taufik ada ribuan buku yang keluar. Itu terlihat dari antusiasme warga dan pelajar yang meminjam. "Itu pun peminjaman buku dibatasi hanya tiga judul setiap orang. Tidak boleh lebih, kalau lebih mungkin lebih banyak lagi," katanya. (mici/bersambung)

Sumber: www.sapos.co.id Edisi 20 April 2010